Mobile Advertising Jadikan Beriklan Tepat Sasaran
Penyedia layanan mobile advertising kini tengah gencar memperkenalkan cara beriklan melalui ponsel. Mobgold yang menjadi salah satu pemain di bidang ini menyebutkan beriklan melalui mobile advertising akan lebih efektif dan tepat sasaran.
Dengan mobile advertising, pengiklan bisa langsung menyasar pada siapa-siapa saja yang menjadi target iklan mereka. Cara beriklan seperti ini tentu saja lebih efektif. Mobile advertising juga memberikan keuntungan kepada pengiklan maupun si penerima iklan.
Mobgold menyediakan data base bagi si pemasang iklan, mereka bisa memilih segmentasi kepada siapa saja iklan itu ditujukan. Pengiklan pun bisa mengetahui data berapa banyak orang yang merespons iklan mereka. Tentu saja cara beriklan seperti ini sangat unik dan interaktif karena melibatkan komunikasi dua arah. Penerima iklan bisa langsung merespons iklan yang datang, memberikan komentar, atau langsung mengontak pengiklan jika tertarik dengan layanan mereka.
Jika penerima iklan merespons iklan yang masuk ke ponsel mereka, maka secara otomatis pengiklan mendapatkan pemasukan dari klik yang dilakukan penerima iklan. Dari situlah pengiklan mendapatkan keuntungan. Namun jika penerima iklan mengabaikannya, maka si penerima iklan tidak dikenakan biaya akses.
Singkatnya, mobile advertising memiliki keunggulan, di antaranya dapat mengirim pesan secara real time, bisa langsung berinteraksi dengan konsumen, serta mengedepankan mobilitas sehingga penerima iklan bisa mengetahui iklan tersebut di manapun mereka berada melalui ponsel mereka.
Mobile Advertising Potensial Jadi Trend Di Indonesia
Keberadaan mobile advertising memang tergolong masih sangat baru di Indonesia. Perkembangannya pun masih sangat muda. Namun salah satu penyedia layanan mobile advertising Mobgold optimistis cara beriklan ini lewat media mobile bisa menjadi tren di Indonesia.
Kemunculan mobile advertising dilatarbelakangi oleh kian pesatnya pertumbuhan jumlah pelanggan telepon seluler. Setiap tahunnya, pengguna ponsel pun meningkat sekitar 30 persen. Hal ini kemudian membuka kesempatan untuk menjadikan ponsel sebagai sarana beriklan. Cara beriklan melalui ponsel ini kemudian dikenal dengan istilah mobile advertising.
Sebenarnya di Indonesia, mobile advertising masih terdengar asing di telinga masyarakat. Namun di negara-negara maju seperti Amerika, Inggris dan Jepang, bentuk media seperti ini sudah mulai popular bahkan mulai menggeser cara beriklan melalui media konvensional.
Berdasarkan survei yang diadakan Mobile Monday, potensi perkembangan promosi melalui mobile advertising mengalami peningkatan signifikan. Di Indonesia, ada sekitar 105 juta pengguna ponsel dan sembilan juta di antaranya aktif menggunakan mobile internet. Angka tersebut menempati urutan tertinggi di Asia. Itu sebabnya, Mobgold optimis bisa menjadikan para pengguna ponsel tersebut sebagai sasaran penyampaian mobile advertising.
Konten Iklan Berbayar
Konten Mobile telah disalurkan ke para pengguna ponsel dalam format yang lebih murah dan terjangkau melalui sponsor periklanan mobile.
Pembiayaan konten melalui iklan mobile akan memungkinkan penyedia konten untuk menyalurkan konten mereka kepada pengguna yang lebih luas dengan harga yang relatif murah, trafik yang besar dan pendapatan keuntungan yang besar.
Untuk mengurangi cost yang membebani end user seperti yang dilakukan pihak sponsor iklan, konten iklan harus mampu menjamah pasar yang belum tersentuh dan pihak sponsor iklan akan membantu membawa seluruh konten terbaru tersebut ke pasar.
Beberapa konten mobile yang mungkin mengalami kesulitan memasuki persaingan pasar akan diajak untuk mengatur budget iklan sebagai upaya agar calon pelanggan menjadi lebih nyaman dalam melakukan uji coba konten baru dengan harga yang lebih murah.
Pengiklan Menyambut Ponsel sebagai Lahan Periklanan yang Menjanjikan
Periklanan di ponsel adalah bisnis yang sangat murah. Tahun lalu pengeluaran dalam mobile ads di seluruh dunia mencapai $871 juta berdasarkan Informa Telecoms & Media, sebuah lembaga penelitian, dibandingkan dengan $24 milyar dikeluarkan dalam internet advertising, dan $450 milyar dikeluarkan untuk semua periklanan lainnya. Ini sudah ditakdirkan, beberapa mengatakan, untuk menggantikan tidak hanya internet advertising, tapi juga televisi, radio, percetakan dan billboards, empat pilar tradisional dalam bisnis ini.
Saat ini, kebanyakan dari periklanan ponsel mengambil tampilan berupa pesan teks. Tapi lembaga telecom juga sudah memulai untuk membuat iklan dengan video klip, halaman web, musik dan download game, melalui ponsel yang cukup bagus untuk hal-hal ini. Perkiraan Informa bahwa pengeluaran rutin pada tahun 2011 mencapai $11.4 milyar. Analisis yang lain memprediksi pasar akan mencapai $20 milyar.
Sebanyak 2,5 milyar ponsel di seluruh dunia bisa berpotensi untuk mencapai lebih banyak konsumen dibandingkan dengan komputer. Jumlah pengguna ponsel juga meningkat sangat pesat daripada pengguna komputer, terutama pada negara miskin. Yang lebih baik lagi, orang-orang bisa membawa ponsel mereka kemana-mana – beberapa hal yang tidak bisa dilakukan pada televisi dan komputer.